प्यार के जुनून
Ketika, menuju 4, sesaat sulit dan pasti akan datang lagi.
Ketika ‘kenapa’, ‘siapa’, ‘mengapa begitu’ dan kawan-kawannya.
Seperti balon pecah terkena jarum diantara jerami.
Apa yang saya kenang adalah ketika itu.
Tidak kenal dan tidak berkenalan.
Rambutnya mekar lalu dipotongnya rapi.
Terlalu banyak, saking banyaknya.
Sesaat tangisnya hilang, lalu kadang datang lagi.
Kenapa? Selalu ini yang terulang ‘Kenapa’
Kamu tahu, seperti Nabi Ibrahim A.S yang menyembelih anaknya Ismail.
Ikhlas.
Sekarang, berani. Ingin diulang? Terserah.
एक निसा






